Waspadai Risiko Persalinan

Perdarahan, infeksi, dan hipertensi adalah risiko utama persalinan. Bagaimana mencegahnya? Ternyata, angka kematian ibu (AKI) melahirkan di Indonesia termasuk tertinggi di Asia. Tak heran bila salah satu target MDG (Tujuan Pembangunan Milenium) Indonesia adalah menekan angka kematian ibu (AKI). MDG yang disepakati tahun 2000 menargetkan penurunan AKI hingga 102 per 100.000 kelahiran hidup pada 2015.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Nyatanya, AKI menurut Survei Demogradfi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 masih 359 per 100.000 kelahiran hidup. Mayoritas penyebab kematian ibu ialah perdarahan (37%), infeksi (22%), dan hipertensi (14%). Mengapa AKI di negeri kita tercinta ini cukup tinggi? Salah satunya lantaran pengetahuan mengenai faktor-faktor risiko tinggi masih terbilang minim. Rendahnya pengetahuan masyarakat ini menyebabkan rendahnya upaya pencegahan. Untuk itu, mari cegah kematian ibu melahirkan dengan memahami ketiga penyebab utamanya.

erdarahan dapat terjadi di masa hamil, saat persalinan, dan pascamelahirkan (dalam periode pemulihan selama 40 hari usai bersalin alias masa nifas). WASPADAI TANDA-TANDANYA: Keluarnya darah merah segar dari jalan lahir lebih dari 1.000 ml secara terus-menerus hingga menembus pakaian. Tanda lainnya, napas sesak/tersengal, pusing, mata berkunang, penglihatan kabur, rasa mau pingsan, kesemutan, telapak tangan dan kaki pucat serta dingin.

KENALI FAKTOR PEMICUNYA: • Usia Mama terlalu muda, yaitu kurang dari 20 tahun. Pada usia terlalu muda, kondisi alat kandungan belum siap sehingga rentan terjadi perdarahan. Sebaliknya, bila usia terlalu tua (lebih dari 35 tahun) juga berisiko tinggi mengalami perdarahan, apalagi bila kondisi fisiknya tak terjaga baik. • Keguguran spontan dan tak segera mendapat penanganan dari tenaga kesehatan. •

Jarak kelahiran terlalu dekat, yaitu kurang dari 2 tahun atau terlalu sering melahirkan (lebih dari tiga kali). • Kondisi kesehatan mamil, misalnya, gi]i buruk, anemia atau mengalami penyakit kronis lainnya, dan adanya masalah pembekuan darah. • Terjadi kelainan letak ariari, yaitu berada di tempat yang menutupi jalan lahir (plasenta previa). • Ari-ari lepas sebelum janin lahir (solutio placenta). Perdarahan yang terjadi sangat berbahaya, bukan hanya bagi keselamatan ibu, tetapi juga janinnya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *